Bukan hanya karena penghasilan tinggi & keberuntungan yang memihak, melainkan juga seseorang bisa memiliki kesuksesan finansial karena pandai mengatur keuangan pribadinya.

Orang yang berpenghasilan tinggi sekalipun jika tidak pandai mengatur keuangan pribadi, bakal mengalami kesulitan finansial entah di masa sekarang atau pun di masa depan. Begitu pula dengan orang yang hanya mengandalkan keberuntungan finansial tanpa memiliki action (mengatur keuangan pribadi) yang tepat juga berpotensi memiliki problem finansial. Artinya, mengatur keuangan pribadi memiliki peranan penting untuk menggapai kesuksesan finansial. Terutama mengingat kebutuhan hidup yang semakin meningkat menuntut Anda cerdas dalam mengatur keuangan agar tidak terperosok dalam jurang hutang. Mulai membiasakan diri untuk mengatur keuangan dengan baik selagi masih sendiri sehingga Anda telah siap ketika berkeluarga, di mana akan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Berikut ini langkah sukses mengatur keuangan pribadi yang bisa Anda aplikasikan:

Catat semua pemasukan

Berapa banyak pemasukan Anda setiap bulannya? Untuk dapat mengatur keuangan pribadi dengan baik, Anda harus mencatat semua pemasukan yang diterima tiap bulannya. Pemasukan ini dari gaji sebagai seorang karyawan perusahaan atau pegawai negeri. Jika Anda juga menjalankan profesi atau bisnis sampingan seperti guru les, perias pengantin, penyedia jasa jahit pakaian, bisnis pakaian online, bisnis kuliner, bisnis sewa rumah, dsb untuk menambah pemasukan juga patut dimasukkan. Sebagai contoh:

Gaji sebagai karyawan  : Rp 2.000.000
Upah sebagai guru les  : Rp 1.600.000
Bisnis sewa rumah (3 pintu x Rp 400.000)  : Rp 1.200.000
Total  : Rp 4.800.000

Berarti, pemasukan Anda per bulan adalah Rp 4.800.000

 

Buat pos-pos pengeluaran

Selanjutnya, Anda alokasikan pemasukan tersebut ke pos pengeluaran. Dalam hal ini, ada disarankan untuk membuat 6 pos pengeluaran yang harus diisi secara rutin setiap bulannya, berikut:

  • Sedekah. Bersedekah tidak akan mengurangi harta, tapi membersihkan harta. Oleh karenanya, sisihkan 5% dari pemasukan per bulanmu untuk bersedekah ke fakir, miskin, atau orang lain yang membutuhkan.
  • Dana darurat. Jangan sampai pengeluaran yang tidak terduga (beli kado untuk pernikahan sahabat atau tetangga, bayar biaya beli obat, dll) mengganggu rencana keuangan Anda! Untuk itu, Anda dituntut memiliki dana darurat yang disisihkan 10% dari pemasukan Anda.
  • Kebutuhan rutin. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi secara rutin di antaranya membeli kebutuhan dapur & perlengkapan mandi, membeli pakaian, bayar listrik & air, dll. Kebutuhan rutin ini setidaknya harus disisihkan dari pemasukan bulanan sebesar 50%. Cukup tidak cukup, dana tersebut harus dicukupkan.
  • Tabungan. Ada pula kebutuhan dalam setahun yang harus dipersiapkan. Dana tabungan ini harus disisihkan sebesar 10% dari pemasukan.
  • Investasi. Ketika Tuhan memberikan kesempatan untuk hidup lebih lama, Anda dapat menikmati kesuksesan finansial ketika memiliki investasi. Makanya, sisihkan 15% dari pemasukan untuk investasi (forex, properti, emas, saham, reksadana, atau lainnya). Dana investasi bisa digunakan untuk menyiasati mahalnya biaya pendidikan anak.
  • Biaya senang-senang. Stres menjadi makanan harian setiap orang. Jika dibiarkan, stres bakal menciptakan depresi bahkan menimbulkan penyakit serius seperti penyakit jantung. Makanya, Anda dituntut menyiapkan biaya senang-senang guna melepaskan stres. Dana yang dikumpulkan untuk hal ini sekitar 10%.

 

Dalam mengatur keuangan pribadi, ada beberapa TIPS yang perlu Anda ingat di antaranya:

  1. Belanja sesuai kebutuhan. Jangan hanya karena ada diskon lantas Anda berfoya-foya saat berbelanja. Percuma kalau barang-barang yang dibeli nantinya tidak terpakai, bukan? Makanya, belanja sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan Anda bukan sekedar keinginan. Sebagai saran, pertimbangkan kualitas saat berbelanja. Barang yang berkualitas keandalannya bagus sehingga menghemat pengeluaran ke depannya.
  2. Buat 2 rekening bank. Apakah Anda menerima gaji melalui bank? Pastikan untuk membuat 2 rekening bank. Rekening pertama, bisa dikhususkan untuk menerima gaji dan rekening kedua bisa sebagai tempat untuk menabung. Dengan demikian, Anda tidak seeenaknya mengambil uang lewat ATM.
  3. Bayar hutang tepat waktu. Apakah Anda punya kartu kredit? Sebaiknya bayar tagihannya tepat waktu. Jangan sampai Anda menunggak sehingga bunga yang diberikan pihak bank jadi lebih besar. Ini jelas bakal membuat pengeluaran membengkak.

Bukan hanya memungkinkan diri terbebas dari lilitan hutan, melainkan juga bisa mengatur keuangan pribadi dengan baik membuat Anda bisa memenuhi kebutuhan & keinginan sekarang atau masa depan. Seperti halnya, menyekolahkan anak sampai sarjana, bisa mengunjungi Mekkah, bisa membeli rumah di kawasan elit, dan lain sebagainya.