Tidak selamanya tubuh mampu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semakin lama kesehatan tubuh akan semakin menurun. Khususnya di atas umur 55 tahun, tidak sehat, gagah, dan kekar seperti dahulunya. Bahkan dapat dikatakan bahwa, kondisi fisik yang sudah tua akan kembali layaknya anak-anak yang sangat memerlukan perhatian penuh dari orang lain. Masalah ini sangat berdampak pada keuangan, di mana antara pendapatan dan pengeluaran menjadi tidak seimbang. Pendapatan akan semakin surut karena tubuh sudah tidak bisa lagi diajak berkompromi secara maksimal dalam bekerja, sedangkan pengeluaran justru akan bertambah besar lantaran melengkapi semua kebutuhan.

Bagi seorang karyawan, pegawai, anggota keamanan negara dan pekerja lainnya yang memperoleh dana pensiun dari perusahaan, lembaga, atau institusi tempat ia bekerja tentu mempunyai harapan untuk menyambung hidup dengan sejahtera. Namun, keberuntungan tersebut jelas tidak didapat oleh semua orang. Yang berprofesi sebagai pengusaha pun harus mempersiapkan sendiri dana pensiun untuk kebahagiaan masa tua, apalagi masyarakat kelas menengah seperti pebisnis kecil atau pedagang yang tak ada jaminan keamanan finasial. Mengingat pentingnya dana pensiun untuk melanjutkan hidup, tidak ada salahnya mempersiapkan sejak dini. Caranya? Yuk, simak kiatnya pada uraian berikut:

Lekas buat tabungan khusus

Tabungan tidak mesti digunakan untuk keperluan belanja bulanan dan persiapan dana darurat, tetapi juga bisa menjadi persediaan dana pensiun. Akan tetapi, yang paling penting dalam hal ini adalah tabungan untuk dana pensiun harus dibuat secara khusus, atau dengan kata lain tidak boleh digabungkan dengan persiapan dana untuk kebutuhan jangka pendek. Anda bisa menyisihkan kurang lebih 10% dari penghasilan untuk hal ini (nominalnya dapat disesuaikan antara penghasilan dengan semua kebutuhan pokok). Kian sering menabung tentu akan semakin besar pula simpanan yang dimiliki. Agar bunga yang dibebankan tidak terlalu besar, ada baiknya lakukan survei terlebih dahulu ke beberapa lembaga keuangan. Selain itu, bisa juga meminta pendapat dari kerabat yang juga memanfaatkan tabungan sebagai dana pensiun.

Segera daftar sebagai peserta DPLK

Dana Pensiun Lembaga Keuangan atau yang disingkat dengan DPLK ialah salah satu program keuangan diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin memiliki dana pensiun. Prinsipnya relatif sama dengan tabungan berjangka, di mana dana yang Anda tanam tidak bisa dicairkan sebelum tiba masanya. Sementara pencairan dana pada umumnya terdapat beberapa pilihan, jumlahnya bisa sama seperti penghasilan saat bekerja, dibagi rata-rata per bulan, atau bahkan seluruhnya. Penting untuk diingat bahwa, dana yang harus ditanamkan akan disesuaikan dengan kebutuhan di masa tua. Jadi, kalau baru memanfaatkan program DPLK setelah berumur 40 atau 50 tahun, jumlahnya akan lebih besar ketimbang Anda memulainya semenjak usia 25 tahun. Untuk itu, menjadi peserta DPLK sesegera mungkin merupakan aspek yang patut dipertimbangkan.

Mulai berinvestasi

Investasi juga termasuk sebagai salah satu pintu peluang dalam mempersiapkan dana pensiun. Beberapa pilihan investasi yang bisa dilakukan adalah investasi bangunan, properti, obligasi, deposito, saham, dan lain sebagainya. Namun, untuk berinvestasi yang tepat mesti terlebih dahulu disesuaikan dengan kondisi keuangan. Jangan sampai finansial menjadi kacau atau malah menimbulkan hutang karena berinvestasi secara gegabah. Ilustrasinya kalau penghasilan tidak terlalu besar misalnya kurang lebih 3-5 juta rupiah per bulan, sedangkan ingin berinvestasi besar-besaran seperti properti tentu akan relatif sulit karena membutuhkan modal yang cukup besar, lokasinya pun harus bagus dan strategis agar bisa menarik perhatian calon pembeli. Jadi, dana pensiun bisa dimiliki dari jenis investasi yang mendukung seperti deposito atau surat berharga yang bisa dicairkan sewaktu-waktu dengan modal sedang atau rendah.

Betapa pentingnya dana pensiun untuk memperoleh masa tua yang nyaman dan bahagia. Sekalipun umumnya pensiun jatuh pada umur 50 hingga 60 tahun, akan tetapi waktu ideal untuk memilikinya pada saat mulai bekerja. Sebab tidak menutup kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, seperti kecelakaan yang bisa membuat tubuh cacat sehingga harus berhenti bekerja secara permanen.