Kredit Tanpa Agunan, Kelebihan dan Kekurangannya

Hasil gambar untuk kta

OK KREDITNYA APPROVE…

Artikel pernah dimuat di Detik.com

Jaman sekarang, sepertinya utang bukan lagi hal yang terlalu tabu untuk dibicarakan. Untuk hal tertentu, utang merupakan jalan yang sebaiknya ditempuh guna memenuhi kebutuhan kita.

Ada banyak sekali jenis utang yang beredar di masyarakat. Mulai dari utang yang disesuaikan dengan peruntukannya, misal utang untuk pemilikan rumah (KPR), utang untuk pemilikan mobil (KPM), utang untuk pemilikan Apartemen (KPA). Selain itu terdapat juga utang untuk kebutuhan apa saja yang sering juga disebut dengan utang multi guna yang diantaranya adalah kartu kredit, kredit tanpa agunan atau kredit tanpa jaminan.

Nah saat ini kita coba bongkar sedikit kelebihan dan kekurangan Kredit Tanpa Agunan atau KTA ini.

 

Kredit Tanpa Agunan

 

Istilah ini timbul karena utang yang diberikan tidak disertai dengan keharusan dilampirkannya jaminan sebagai salah satu syarat yang umumnya dimintakan untuk kelengkapan pemberian fasilitas ini. Dibandingkan dengan produk utang atau pinjaman lainnya, produk ini memang cukup fenomenal. Sejak ditawarkan oleh salah satu bank besar di Indonesia beberapa tahun lalu, Kredit Tanpa Agunan saat ini menjadi produk yang sepertinya wajib dimiliki oleh hampir setiap bank di Indonesia. Namun tentunya dengan beragam nama seperti kredit tanpa jaminan, kredit serba guna dan sebagainya.

Walaupun sepertinya membantu, kredit ini memiliki spesifikasi khusus yang kalau kita perhatikan seharusnya membuat kita berhati-hati.

 

  1. Bunga yang relative tinggi

Walaupun tidak setinggi kartu kredit, KTA memiliki bunga yang bisa dikatakan tinggi. Saat ini rata-rata bunga KTA berada di kisaran 0,9% – 2 %. Jadi kalau dihitung pertahun mencapai 10.8% – 24% per tahun. Dan kalau dihitung sampai dengan jangka waktu terlama katakan 4 tahun, bunga tersebut mencapai 43.2% – 96%. Pengenaan bunga tinggi ini cukup wajar karena pihak yang memberikan pinjaman menanggung risiko tinggi. Bayangkan bila terjadi kemacetan di pinjaman tersebut, mereka hanya bisa menagih dan menagih saja tidak bisa menyita.

 

  1. Jangka waktu yang pendek

Dengan plafont jumlah maksimal pinjaman yang bisa mencapai Rp100 juta, KTA memiliki jangka waktu yang relatif pendek. Jangka waktu terlama sekitar 4 – 5 tahun. Dengan demikian, jumlah dana yang harus disiapkan untuk meng-angsur kewajiban ini cukup besar. Bayangkan bila kita berutang Rp100 juta dengan bunga 2% per bulan dan mengambil jangka waktu terlama yaitu 5 tahun, maka angsuran bulanan kita adalah sebesar Rp3,666,667,- bandingkan dengan produk pinjaman yang berjaminan, yang besaran angsurannya sampai setengah dari angka tadi.

 

  1. Denda

Jangan lupa satu hal, produk ini mengenakan denda bila kita ingin melunasi pinjaman kita sebelum jatuh tempo. Beberapa produk KTA walaupun mengenakan bunga flat perbulan, namun perhitungannya diinternal pemberi pinjaman menggunakan cara seperti produk utang yang dihitung secara bunga efektif. Artinya di awal komponen pokoknya lebih sedikit dibanding komponen bunganya. Jadi saat ingin pelunasan dipercepat, jangan heran bila ternyata sisa pokok pinjaman yang dihitung pemberi pinjaman berbeda dengan kita. Dan pastinya hitungan bank lebih besar dari perhitungan kita.

 

Namun seperti produk-produk lainnya, kita tetap bisa mencari kelebihan dari produk ini karena suatu produk pasti diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

 

  1. Angsuran yang Tetap

Sampai saat ini produk utang yang memberikan angsuran bersifat tetap dan tidak mensyaratkan adanya jaminan adalah KTA. Dengan adanya kelebihan ini, untuk mereka yang memiliki penghasilan bersifat tetap, produk ini sangat baik karena beban tetap memang seharusnya diatasi dengan penghasilan tetap juga. Jadi untuk para karyawan, produk utang seperti ini sepertinya memang lebih pas (tapi bukan berarti menyarankan ya J).

 

  1. P3k (Pertolongan Pamungkas Pada utang kartu kredit)

Untuk yang terkena masalah di kartu kredit, KTA adalah jalan pamungkas yang bisa dipilih sebelum memutuskan untuk menyerah kepada pihak penerbit kartu. Dengan adanya angsuran bersifat tetap dan bunga yang bisa mencapai setengah dari tawaran kartu kredit, KTA ini tentunya sangat bisa diandalkan. Dan lagi kalau kita sudah memiliki kartu kredit, biasanya tidak sulit memiliki KTA.

 

Kesimpulan

 

Bagaimanapun juga, suatu produk dibentuk dengan tujuan untuk membantu. Sebenarnya utang diberikan karena kita kekurangan penghasilan bukan karena kelebihan pengeluaran. Jadi pastikan penggunaannya juga karena memang kita butuhkan. Sekali lagi setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan. Kredit Tanpa Agunan juga demikian. Pelajari kelebihannya, sesuaikan dengan kebutuhan kita dan pastikan kita mampu untuk menanganinya adalah jalan terbaik bersahabat dengan KTA.

 

 

 

 

 

Comments are closed.