Berpetualang dengan Produk Syariah

shutterstock_298778966

Oleh: Eko Endarto, CFP, RFA
Dimuat dalam kolom Perencanaan Keuangan, Detik.com

Sangat sering ketika seseorang ditanya tentang apakah dirinya sudah berinvestasi, maka jawabannya adalah sebuah produk investasi. Misalnya saat session seminar yang saya bawakan, saya sangat sering bertanya berapa banyak di antara para peserta yang merasa sudah berinvestasi dan surprise ternyata sebagian besar mengangkat tangan dan mengklaim diri mereka sudah berinvestasi.

Ketika lebih jauh saya tanyakan kenapa dirinya yakin sudah berinvestasi maka jawabannya adalah ‘saya sudah beli properti, saya punya saham, saya membeli reksa dana’ dan sebagainya. Apakah Anda akan menjawab yang sama bila pertanyaan itu saya berikan?

Investasi sebuah proses bukan Produk

Bila kita melakukan perjalanan misalnya perjalanan mudik seperti musim hari besar saat ini, kita memiliki tujuan yang akan dicapai dan alat atau kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan tadi. Nah investasi sama seperti perjalanan mudik tadi, bukan ke mana Anda akan mudik atau kendaraan apa yang Anda gunakan. Jadi bila kita jabarkan, membeli properti, membeli saham atau reksa dana itu bukan investasi. Tapi membeli properti untuk biaya pendidikan anak, membeli saham untuk persiapan pensiun itu dinamakan dengan investasi dengan alat atau kendaraan properti maupun saham.

Sehingga sama seperti perjalanan, kita mungkin akan mendapatkan kemacetan di salah satu jalan, kecelakaan kecil di lain tempat atau bisa juga kecelakaan besar yang membuat kita tidak bisa melanjutkan. Nah itu disebut dengan risiko. Kita nggak akan bisa menerka kapan risiko akan atau bisa terjadi, tapi kita akan berusaha untuk menghindari risiko tadi dengan memperkecil kemungkinan terjadinya risiko.

Produk Syariah, alternatif kendaraan Investasi

Ada banyak kendaraan yang bisa kita gunakan untuk mudik, mulai laut udara atau darat. Nah dalam investasi hal itu juga sama. Banyak produk yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan keuangan. Syariah adalah salah satunya. Produk investasi ini seperti produk lainnya memiliki kelebihan dan kekurangan yang pasti harus disesuaikan dengan kebutuhan kita. Anda naik kendaraan darat memiliki kelebihan yaitu harga yang harus Anda bayarkan pasti lebih rendah dibandingkan dengan ketika Anda naik kendaraan udara. Namun kekurangannya Anda akan lambat sampai dibandingkan udara. Nah produk syariah juga sama. Ada beberapa kelebihan produk ini, selain pasti ada kekurangannya.

Saham Syariah

Sahamnya sama, pasarnya sama tapi tidak semua saham di pasar yang sama adalah syariah. Salah satu kelebihan saham ini adalah adanya tambahan aturan yang mengharuskan perusahaan yang mengeluarkan saham harus clear secara syar’i atau syariah. Beberapa syarat seperti tidak boleh ada riba, komposisi utang yang tidak terlalu besar dan beberapa aturan lainnya yang membuat tidak semua saham otomatis menjadi saham syariah. Regulator mengeluarkan daftar saham syariah secara berkala, ada dewan syariah yang akan selalu mereview suatu saham apakah masih sesuai syariah atau tidak.

Obligasi Syariah

Produk surat utang yang dikeluarkan perusahaan juga tidak semua bisa disebut syariah. Bisa jadi perusahaan tadi bukan perusahaan yang menerapkan riba, tapi tidak otomatis obligasinya menjadi syariah. Sebab salah satu aturan mendasar dari obligasi syariah adalah harus ada backup asset sebagai ‘penjamin’ dikeluarkannya surat utang tadi. Jadi kalau mau jujur, obligasi syariah ini bisa dikatakan lebih meyakinkan karena harus ada aset fisik yang menjadi penjamin pinjaman tadi.

Ada beberapa produk syariah lainnya di pasaran, reksa dana syariah juga adalah salah satu contoh. Dan bila Anda ingin lebih jauh mengerti produk ini dan bagaimana memanfaatkannya untuk tujuan kita, mungkin acara ini (www.bukber.eventbrite.com) bisa sebagai acuan untuk belajar produk syariah.

Pada dasarnya produk apapun pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk sukses pilihlah produk yang memilik kelebihan lebih besar dibandingkan kekurangannya untuk kebutuhan kita.

Leave A Response

* Denotes Required Field